HARIANRIAU.CO - Meningkatnya Suspek Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mencapai 159 jiwa dan yang posisif DBD 41 jiwa dan satu orang meninggal mengakibatkan banyaknya permintaan fogging oleh masyarakat.
"Permintaan fogging saat ini tinggi, namun kami tidak menganjurkan melakukan fogging. Karena jika hanya melakukan fogging tanpa adanya pemberian bubuk Abate dan tanpa melakukan pengurasa air hal tersebut sia-sia," kata Kadiskes Inhil, Zainal Arifin.
Zainal juga mengatakan fogging hanya membunuh nyamuk-nyamuk dewasa, sedangkan telur dan jentik-jentik masih tetap hidup maka oleh karena itu perlu adanya pemberian bubuk Abate ataupun mengurus air.
Yang paling efektif kata Zainal yang diterapkan sejak dini yakni 3M plus, menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, dan menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk.
"3M Plus tersebut sangat bagus, mari kita mulai dari saat ini terapkan," tuturnya.

